Ada perasaan ikut bahagia dan haru pada diri saya dalam seminggu ini. Selayaknya perasaan orangtua yang menyaksikan anak wanitanya disunting oleh pangeran tampan dari negeri seberang lautan. Suatu perasaan yang membahagiakan, seperti hadiah sekotak coklat di hari ulang tahun ke -17. Poetic, seperti scene panen safflower dari Omohide Poro Poro-nya Isao Takahata. Dan hangat, seperti finale scene Mimi wo Sumaseba-nya Yoshifumi Kondo. Begitulah, saya mengharu-biru oleh cinta yang bertebaran disekitar saya.
Love is in the air, sparkling everywhere. Andai otak manusia hanya terbuat dari gumpal gula kapas dan rasa cinta, niscaya Alfred Nobel tidak perlu berwasilah penghargaan untuk perdamaian. Dan grup band pencipta-lagu-mendayu-pengantar-minum-racun itu tidak bakal laku merekam lagu. Love is contagious, striking anywhere. Dan saya yakin, tidak ada satu pun ilmuwan di dunia ini yang sudi membuat antidote-nya. Love is inspiring. Yang akan membuat para motivator-bayaran itu diabaikan seperti gombal kumal bekas lap motor.
Maturnuwun Gusti Allah, untuk semua cinta yang hadir di kehidupan saya. Orang tua, istri, seorang putri, dan…(semoga seorang putra). Itulah energi saya. Love you all.
PS: congrats buat newlywed Juragan Teje atas calon putra/putri nya dan Mizan untuk new relationship-nya, karena kalian maka blog ini terposting lagi.
Ada suatu saat dimana segala sesuatunya menjadi biasa dari kehidupan di sekitar kita. Entah itu semburat matahari yang selalu muncul di ambang fajar, suara derik ekor cicak yang merayapi langit-langit kamar, hembusan angin panas di suatu sore bulan Agustus, laju lokomotif yang menghela gerbong secara perlahan sekuensial ataupun desah nafas gelisah ketika terbangun di sepertiga malam. Deret ukur waktu yang berlalu seolah hanya merupakan nyanyi sunyi seorang bisu, yang tidak terdengar dan tidak diperhatikan, waktu yang lewat tidak lebih hanya menjadi penggenap di simpul peristiwa yang terjadi seiring lelakon anak manusia. Maka tersebutlah 4 tahun silam di waktu yang sama dengan hari ini, 
Agak terlambat memang bagi saya untuk menyadari kalau hari ini adalah hari bloger nasional, hari yang setahun lalu dideklarasikan oleh Pak Menkominfo sebagai Hablona (Hari Blogger Nasional), hari yang (konon) sakral bagi sebagian besar jagad blogosphere Indonesia.


Dikomentarkan