H for Homesick!

Sial, saya memang belum pernah keluar negeri ataupun jauh dari Indonesia, tapi entah kenapa seminggu terakhir ini saya mengalami homesick yang luar biasa, bukan kepada Indonesia lha wong saya masih di Indonesia, di Jakarta tepatnya, tapi saya lagi homesick pada hometown saya, sebuah kota yang panas, kering, berdebu dan bikin item, Semarang.

Kadang-kadang saya terharu lho, jika perasaan homesick saya sudah sedemikian parahnya, biasanya sih saat-saat setelah selesai shalat Isya dan selesai ndarus Al Quran, perasaan kosong dan merindukan rumah itu keluar. Gebleg memang, terlebih jika mengingat sebenarnya Jakarta dengan Semarang hanya sepelemparan batu (tentunya jika dibandingkan dengan Semarang-Merauke gitu). Walaupun merasa konyol tapi gimana lagi? Apalagi dalam lima hari terakhir berurutan ini setiap saya keluar rumah, kapan pun dan dimanapun, pasti accidentally bertemu dengan kendaraan dengan plat nomor H yang berarti plat nomor untuk Karesidenan Semarang dan sekitarnya, sebutlah itu cuma keberuntungan, tapi bagi saya itu trigger untuk homesick saya menjadi semakin parah dari hari kehari. Sebenarnya apa sih yang hebat dari kota itu? Mungkin jawaban dari teman saya bisa sedikit memperjelas masalah, home is a place that you miss it, dan saat ini saya lagi parah-parahnya kangen pada rumah itu.

Ada satu perasaan yang tidak terkatakan ketika saya menginjakkan kaki di Semarang, suatu perasaan hangat dan nyaman yang membuat saya merasa damai, suatu oase di hati saya, suatu pembaringan yang nyaman bagi mental saya yang kelelahan. Kadang di larut malam, rangkaian memori ketika saya masih menjadi penghuni kota itu keluar satu demi satu dalam fragmen-fragmen sephia yang terangkai seperti sebuah roll film, sekeping-demi-sekeping tersusun hingga menjadi kanvas yang berisi kilas balik masa lalu saya di kota itu. Ada kenangan yang tertinggal dan ada kenangan yang terlukis dengan indah di dalam kanvas, yang semuanya hanya menyebabkan homesick saya bertambah buruk.

Suatu masa ketika saya pulang untuk menyelami lagi kenangan itu, saya pernah menghabiskan waktu hampir seharian hanya untuk berputar-putar tanpa arah di kota itu, melaju nyaman dalam sebuah sedan butut dan masuk ke jalan tol hanya untuk menguji top-speednya, seperti orang idiot memang, tapi tetap ada perasaan hangat yang unspeakable, ada suatu pesona yang irresistable walaupun secara sadar, ya itu cuma jalanan biasa dengan lalu lintas yang biasa seperti kota lainnya di Indonesia, itu bukan Singapura dengan segala keteraturannya atau Jerman dengan autobahn dan atau Amerika dengan interhighway-nya tapi tetap, itu adalah sebuah kesenangan yang mungkin sok romantis.

Mungkin benar kata teman saya tadi, bahwa home adalah where you miss it, ada suatu shangrilla yang masing-masing kita ciptakan dan kita impikan, suatu tempat sempurna yang masing-masing kita punya, *sigh, tapi bagi saya shangrilla itu ya cuma Semarang itu tadi, that`s it! Tapi ndak tahu juga sih, mungkin jika besok saya sudah kenal mana-mana lagi selain Jakarta-Semarang-Balikpapan, mungkin shangrilla saya akan berubah, jadi sementara ini biarlah saya memimpikan shangrilla saya yang membuat saya homesick beberapa hari terakhir ini dengan indahnya. Tabik.

sayayanglagiamatsangatmerindukanuntukpulang!

update: untung libur lebaran tinggal beberapa hari lagi :D

0 Tanggapan ke “H for Homesick!”



  1. No Comments Yet

Tinggalkan Balasan




Diarsipkan

Admin