Dikenal juga sebagai komidi putar, merry-go-round, ‘dremolem’ (ini istilah dari Ibu saya dulu, entah bahasa mana…). Dulu pas saya masih kecil, sering saya lihat di tukang sirkus keliling, alatnya sederhana, cuma pakai potongan seng sebagai plat penutupnya dan beberapa ekor kuda dan mobil-mobilan yang bisa dinaiki, ya maklum, lha tiketnya juga cuma kisaran ribuan rupiah.
Saya dulu lebih memilih naik permainan yang namanya ‘ombak-banyu’ daripada komidi putar yang berkesan anak-anak, ‘ombak-banyu’ itu seperti kursi papan melingkar berbentuk segi lima yang terikat pada poros ditengah2 sehingga bisa diputar, penumpangnya naik ke kursi, lalu segi lima tadi didorong horizontal sehingga berputar, tensi akan meningkat ketika si tukang putar memacunya naik turun sehingga persis seperti naik ombak…


wekkzz..selamat dtng di loenpia boss..!!!!!
komedi putar di jogja,klo ada 17an tok..itupun 1 th sekali..hehehhe
sapi: maturnuwun….sudah disambit eh, disambut…
aku ngga pernah naik komidi putar. soale mabukan mas. he..he..
sapi: berarti mbesok kalo naik bareng tak bawakan antimo ya…