Pindah Kandang

my lonely and empty desk

Beberapa minggu terakhir ini kandang saya pindahan, benar-benar carut bengkarut dan nggak karuan, instalasi ulang server dan teman-temannya termasuk jaringan listrik dan internet, praktis dalam beberapa minggu terputus total dari dunia maya, sekedar untuk baca berita pun tidak bisa. Tidak dikira ternyata saya bisa hidup juga tanpa akses internet, padahal semenjak kenal yang namanya internet dulu, berasa ada yang kurang kalau melewatkan hari tanpa menjelajah. Sama seperti handphone yang sudah seperti tangan ketiga, jika lupa tidak membawa seolah-olah tangan kita hilang satu. Manusia memang semakin rapuh pada teknologi.

Seperti halnya Jakarta di hari-hari awal februari, banjir yang datang mampir membuat akses internet telkom jebol dan akses jaringan perbankan bobol, tidak bisa saya bayangkan jika banjir sampai merendam Jakarta selama berbulan-bulan, mungkin ekonomi Indonesia bakal jadi bulan-bulanan. Tapi itu cuma pikiran iseng dari seorang sapi yang ndak mudeng ekonomi apalagi ilmunya para orang-orang pinter.

Sebagai penutup, ijinkan saya untuk mengucapkan selamat datang bagi diri saya untuk kembali merambah dunia internet (lagi). Dan selamat tahun baru imlek… :)

9 Tanggapan ke “Pindah Kandang”


  1. 1 escoret 16 Februari 2007 pukul 11:08 am

    pindahan..identik sukuran..sukuran identik ama makan.
    makan identik dengan seseorang yg suka makan…
    so..makan-makan..!!!!

  2. 2 Nev 17 Februari 2007 pukul 3:12 pm

    Iya
    pindahan
    makan-makan :P

  3. 4 sapi 20 Februari 2007 pukul 6:57 am

    @ escoret, Nev, Yogie:

    ya boleh-boleh, makan-makan bersama dengan keluarga masing-masing, asem, loenpia ki isine ngawulo weteng (menghamba perut, red) tok yo? hekekeke :P

  4. 5 H4rs W4r10r 21 Februari 2007 pukul 4:13 pm

    eh makan2 setuju aku melu pokoke!!!!:D

  5. 6 Fany 22 Februari 2007 pukul 12:23 pm

    Hmm makan2 is a must!
    Eh kuwi pindahan gedung (kantor) opo pindah ruangan tok sih

    sapi: lagi2 minta makan2, tobat2….err, pindah lantai sih lebih tepatnya… :)

  6. 7 arief 14 April 2007 pukul 4:30 am

    Wah mana mana resensi nya?
    Tak pikir bakalan ada critanya. Ditunggu lho ya.

    Salam kenal,
    Arief

  7. 8 babunegara 15 April 2007 pukul 12:21 pm

    matur nuwun sudah menjadi pengunjung (tidak rutin) mbnw ya hehehehehe… blog ndak mutu kok di delok ki lho…

  8. 9 babunegara 16 April 2007 pukul 7:48 am

    lha biar njembling asal halal tho…
    lha njembling kan biar keluatan kayak korlak beneran… soal rejeki lain lagi…. saya tetep dipendeliki mertuo… kekekekeke

    sapi:lha cocok, njembling dari sesuatu yang halal, wis njembling halal sisan, dadi daging to berarti, ndak cuma mampir terus pamit lagi kalo pas mandi pagi, hehehe, mantep tenan…*ngomong opo to aku*


Tinggalkan Balasan




Diarsipkan

Admin