Selamat Ulang Tahun Bumi!

*

Saya memang sok tahu, padahal kapan bumi diciptakan oleh Sang Maha Pencipta pun saya tidak tahu, tapi dengan gayanya (sok) bilang selamat ulang tahun Bumi. Kewenangan ilmiah** untuk itu pun saya tidak punya, apalagi teori-teori yang rumit tentang muasal penciptaan kehidupan. Tapi sudahlah, yang jelas saya cuma tahu Bumi tempat saya berpijak dan nunut urip (red: numpang hidup) di dalamnya selama 23 tahun masa kehidupan saya dirayakan harinya oleh orang-orang yang percaya kalau Minggu, 22 April kemarin adalah hari Bumi, Bumi tua yang kita semua hidup, berjalan, bernafas dan berbiak di dalamnya sejak dari jaman manusia masih percaya kalau mereka hidup di atas piring raksasa sampai mereka bisa melihat dengan mata sendiri wajah Bumi yang mereka tinggali itu. Tapi jangan tanya saya kemarin itu ulang tahun yang keberapa, jawabannya mbuh (red: tidak tahu), pun menanyakan makan-makan yang diberikan oleh sang Bumi, lha wong setiap hari baru yang kita nikmati bagi saya adalah makan-makan yang diberikan Bumi kepada kita atas kerso (red: kehendak) dari Sang Pemberi Kehidupan.

Bumi tua yang mulai lelah, Bumi yang harus menanggung ampas sisa-sisa (konon) peradaban manusia di tiap relung tubuhnya, entah di pedalaman hutan tropis kalimantan, di dataran pegunungan di pulau cenderawasih, atau di jalanan (konon) ibukota negara bernama Indonesia yang setiap hari menghadiahkan ampas-ampas sisa peradaban itu ke udara. Namun Bumi tetaplah Bumi, ia tetaplah seorang Ayah pemaaf untuk anak-anaknya yang dengan kurang ajar menggores cat mobil baru milik keluarga yang kreditnya belum lunas hanya untuk menorehkan bukti kecerdasan mereka yang salah tempat. Berarti Bumi tidak pernah marah? Tidak, Bumi tetap marah walaupun dalam kemarahannya pun ia tetaplah Ayah pemaaf, dan seperti anak-anak yang takut dengan kemarahan sang Ayah yang tahu mobil baru (kreditan) miliknya digores-gores, kita takut dengan kemarahan Bumi. Kita pun jeri dengan amukan Bumi, kita takjub, terpesona sekaligus ngeri namun masih melakukan hal-hal yang sama dari hari ke hari seolah sengaja ingin memancing kemarahan sang Ayah (lagi).

Bumi tua yang kita pijak bersama ini lelah, tapi ia tetap tidak akan beristirahat sampai Sang Maha Memutuskan memerintahnya untuk beristirahat, sampai hari itu tiba Bumi masih akan terus bekerja, demi anak-anak manusia yang berlarian dengan ceria di atas tubuhnya, betapapun sakitnya.

Selamat Hari Bumi!


*
gambar diambil dari: Homeland (c) Studio Kasat Mata
** kata yang sering diucapkan Arai dalam Sang Pemimpi

nb: ada (konon) selebblog yg merayakan ulangtahunnya juga kemarin, hehe…

3 Tanggapan ke “Selamat Ulang Tahun Bumi!”


  1. 1 escoret 24 April 2007 pukul 10:25 am

    ada hr bumi thoo..????
    lahirnya kpn..????

    sapi:lha mbuh kang…iki yo gur melu umuk thok jhe… :D

  1. 1 Tahu-tahu Tahun Baru! « sapiterbang Lacak balik pada 3 Januari 2008 pukul 4:35 pm
  2. 2 Sembilan belas minggu ini… « sapiterbang Lacak balik pada 1 April 2008 pukul 6:21 pm

Tinggalkan Balasan