Dan disinilah saya, sendirian di kandang tempat saya menjadi buruh, berefleksi tentang dua puluh sekian tahun masa hidup saya yang tidak terduga, suatu masa yang tiba-tiba dialami seperti ujung adegan film ketika tombol
fast-forward dari remote sebuah pemutar cakram ditekan. Seolah-olah ada sesuatu di luar sana yang mem-
fast-forward kehidupan saya, dari seorang bayi kecil yang lahir di kota bernama lucu tahu-tahu menjadi seorang bocah muda yang menyenangi gem-bot seratusan rupiah untuk sekali main, dan dipercepat lagi menjadi seorang lelaki kecil yang bersekolah di depan kantor penguasa kota di pesisir jawa, hingga terlempar di belantara batavia untuk menjadi buruh atas nama negara. Samar masih tercium aroma krupuk gendar bersiram sambal pedas artifisial yang dibeli sepulang sekolah berseragam merah putih dulu, sayup masih terdengar deru bus kota yang menjadi andalan saya pulang dari sekolah berseragam biru putih silam, ah, masa yang terasa begitu syahdu, ketika dunia seolah hanya berputar dari rumah ke gedung sekolah, ketika persaingan hanya berarti siapa yang meraih lebih banyak nilai sembilan di buku laporan, itu saja, simpel.
Tidak ada yang saya sesali, Gusti Allah Maha Baik, apa yang terjadi adalah apa yang saya inginkan dan direstui Beliau. Mengalir, tanpa hambatan dengan tempo yang terkontrol, selamat sampai ke episode terkini. Ketika episode masa roman berkelindan, maka itulah masa yang terindah, ketika seorang lelaki tak tahu diri bertandang ke rumah sakit jiwa demi sebuah rasa penasaran, disanalah roman bermula, ketika beberapa baris pesan singkat berbalas dan keuntungan mengalir pada provider-selular-laknat-bertarif-mahal itu, disanalah cerita terurai. Dan tombol fast-forward kembali ditekan pada masa ketika sebuah janji terpatri, dalam balutan acara menjelang dini hari, itulah masa dimana lelaki tak tahu diri itu bukan lagi jadi dirinya sendiri tapi adalah suami seorang wanita dengan kecantikan bidadari. A damn filthy lucky guy!
Ah, suatu masa di masa lalu, betapa saya adalah lelaki tak tahu diri yang sangat beruntung itu.
Makan-makan…..!!!!!
sapi:woooh siyap tok!!
*nunggu presiden ganti sik tapi*
MELU MIZAN MAKAN MAKAN!!!
Ya..Anda Beruntung!
Selamat berbahagia
Salam,
Silly on behalf of BFL Indonesia