Agak terlambat memang bagi saya untuk menyadari kalau hari ini adalah hari bloger nasional, hari yang setahun lalu dideklarasikan oleh Pak Menkominfo sebagai Hablona (Hari Blogger Nasional), hari yang (konon) sakral bagi sebagian besar jagad blogosphere Indonesia.
Tapi tidak bagi saya, entahlah, apa yang saya lakukan setahun yang lalu saat mereka berkumpul dalam Pesta Blogger 2007 dan mendeklarasikan hari blogger itu, tidur mungkin. Saya memang nge-blog, namun saya bukan blogger aktif, menyimak istilah dari wiki cahandong, saya pasti termasuk dalam kategori ciken apdet, yang tentunya akan saya terima dengan bangga, lha wong itu kenyataannya. Setahun berlalu, visi sosial dari blogger nasional terdefinisikan dalam tema Pesta Blogger tahun ini, “Blogging For Society”, tema besar yang tidak sekedar main-main di halaman belakang rumah namun beranjak ke suatu bentuk kepedulian sosial yang lebih besar. Suatu kontribusi nyata yang bakal meng-counter pendapat dari seorang “tokoh” yang pernah mencerca bahwa blog hanya merupakan katarsis belaka.
Hari ini, 27 Oktober 2008, hari yang dirayakan meriah di jejaring internet di Indonesia, semoga apa yang telah dirumuskan dalam tema besar Pesta Blogger 2008 dapat menjadi karya yang konkrit, bukan hanya perang kata-kata yang berbusa-busa di dunia maya, namun abai terhadap dunia di sekitar kita yang bahkan mengenal internet pun tidak apalagi sadar kalau ini adalah hari blogger nasional.
Selamat Hari Blogger Nasional!
Begitulah, sebuah perayaan atas kegembiraan yang menyenangkan membawa euforia pada hari ini, singkat namun berkesan, persis seperti album Clap Your Hands Say Yeah yang menjadi soundtrack hari ini. Saya sendiri tidak punya kewenangan intelektual untuk mendefinisikan grup ini beraliran apa, hanya semata yang saya tahu bahwa aroma musiknya mengingatkan saya pada The Strokes di album Room on Fire. Sebuah komposisi yang jenius dan brilian, tribute terbesar pada sang vokalis yang membawakan seluruh lirik dalam album ini ke dalam sebuah kebebasan yang ekspresif. Jujur saja, mendengarkan Alec Ounsworth bernyanyi dalam The Skin on My Yellow Country Teeth seperti mendengar tetangga kamar saya bernyanyi di kamar mandi setiap pagi, namun anehnya justru malah harmoni itu terbangun disana. Intro yang kuat membuat lagu ini adalah first-crush saya di album ini setelah dibuka dengan cukup aneh oleh humming tidak karuan dalam Clap Your Hands!
*Ehem, saya itu memang bukan blogger, cuma blogger jadi-jadian. Manusia lemah yang mudah tergoda untuk ikut-ikutan. Ketika musim friendster, mendaftarlah saya di situs sejuta umat itu, ketika musim blogspot, (sepertinya) saya juga mendaftar, ribut-ribut wordpress, tentunya saya juga tidak ketinggalan. Namun setelah melewati beberapa purnama, disinilah saya, meng-update blog saya yang mati suri sejak bulan keempat di tahun 2008. Saya memang pemalas, bahkan hanya untuk mandi sepulang mburuh terkadang (baca: sama sekali) tidak saya lakukan, untunglah nyonya saya sudah diungsikan menjelang hari H kelahiran hingga tidak ada protes yang melayang ke saya. Jadi begitulah, seorang weekend-husband yang malas atau seorang pemalas yang menjadi weekend-husband, terserah mana yang menurut anda lebih baik.
Apa yang bisa anda lakukan dalam sembilan belas minggu? Keliling dunia? Jika berpijak pada apa yang Jules Verne lakukan di novelnya maka anda akan berputar 1,6 kali mengelilingi 

Dikomentarkan