Apa yang bisa anda lakukan dalam sembilan belas minggu? Keliling dunia? Jika berpijak pada apa yang Jules Verne lakukan di novelnya maka anda akan berputar 1,6 kali mengelilingi Bumi. Atau anda berminat untuk tidur dengan nyenyak tanpa gangguan pekerjaan atau deadline yang menyebalkan? Kalau itu bisa silahkan saja, saya juga berminat untuk itu. Hehe… Minggu ke sembilan belas alias sembilan belas minggu, tidak terasa memang hitungan mundur untuk menjadi seorang ayah semakin berkurang. Trimester pertama yang dilalui dengan penuh emesis sekarang telah menjadi kisah yang diceritakan dengan tawa malam sebelum tidur, maturnuwun Gusti untuk roti tawar kupas yang sekarang menjadi masa lalu sama halnya dengan berkilo-kilo rambutan yang jadi menu setiap hari. Duphaston sisa trimester pertama juga masih teronggok tanpa pernah terminum bersanding dengan nulacta yang ditebus untuk persediaan sebulan namun hanya pernah sekali diminum.
Trimester pertama yang penuh cerita. Cerita tentang newlyweed-couple yang masih tergagap dengan aroma bulan madu. Ah, Gusti Allah memang penuh kejutan. Dan babak pertama gravida ini sekarang berlanjut ke trimester kedua, saat cairan amnion mulai ditelan dan saat dimana seseorang akan berkata “ooh, it’s a boy” atau “ooh, it’s a girl”. Harapan saya? Yang boy gak papa, yang girl juga akan saya syukuri, wong namanya juga amanah.
Eniwe, selamat 20 minggu ‘Jo!

Dikomentarkan