Arsip untuk Kategori 'A day in a life of a cow'



Tahu-tahu Tahun Baru

Dan berakhirlah Tahun 2007 kemarin, hari-hari babi api yang berganti menjadi hari-hari tikus tanah. Hari-hari yang sudah menyita jatah umur saya di muka bumi. Lebih dari tiga-ratus-enam-puluh-lima malam yang akan menjadi legenda. Tahun dimana saya menyempurnakan dien saya.

Sejumlah harapan ditebar, semoga yang terjadi setahun belakangan akan membawa kebaikan bagi bumi yang sudah hiruk pikuk ini. Tahun yang penuh bencana seperti di 2006 dan 2007 silam semoga tidak terulang lagi dan membuat manusia semakin bijak dengan lingkungannya, semoga kedamaian tercipta di bumi. Semoga konferensi yang kemarin bakal menuai hasilnya di tahun tikus ini.

Dimulailah kalender baru di tahun 2008, tahunnya sepakbola (seperti kata bos MNC di iklan mereka, :P ) yang tentunya juga masih diselingi oleh tatapan sinis bapak tua penjual mainan keliling yang saya temui tentang harapan akan kesejahteraan di tahun baru ini. Apatis? Mungkin saja.

New Year resolution
saya? Sejumlah doa pada diri saya dan keluarga tentunya. Happy New Year semuanya!

Tanda-tanda? Wohoo…

Apakah yang paling membahagiakan bagi seorang laki-laki? Sedan baru? Deposito satu milyar? Promosi jabatan? Liburan ke Thailand? Atau dua hari libur yang tenang dan damai sehingga bisa meneruskan tidur dengan nyaman, aman dan bahagia? (Yang terakhir itu saya banget :D ). Tiap orang punya pilihannya demikian juga saya yang sedang mengalami fase-fase kebahagiaan tersebut. Dimulai dari tanggal bersejarah sepanjang bulan November itu, dan berlanjut di hari Selasa kemarin.
Selasa pagi itu nyonya saya mengeluh mual yang menghebat (setelah sebelumnya di hari minggu mengeluh soal “cuma” masuk angin) dan tunggu punya tunggu, siang harinya nausea-nya tambah parah, ditambah vomiting (padahal paginya masih berargumen kalau semata “cuma” masuk angin, he he…). Masih di sore yang sama sisa jeruk lokam yang asemnya minta ampun kemarin juga sudah tandas tanpa sisa habis diserbu.

“Wah, selamat ya ‘djeng….” kata saya pada nyonya yang langsung dibalas dengan nyolot. :D

Malamnya sepulang kantor masih mengeluh hal yang sama, ya wis, daripada penasaran dipakailah tes yang legendaris itu. Dan hasilnya? Hehehe…

Just For Now Kill the President and Burn This City Down

Provokatif? He he, sayangnya itu cuma judul dari tiga lagu yang mengiringi hari Senin saya dari siang selepas istirahat makan.
  1. Just For Now, by Imogen Heap dari album Speak for Yourself. Sang vokalis Frou Frou masih dengan angelic-voice nya yang ethereal dan soothing
  2. Kill the President, lagu dari Drugstore dimana Thom Yorke dari Radiohead berduet vokal dengan Isabel Monteiro sang front-woman Drugstore. Melodic, hallow-nic sound (halah), dream-pop, what else you can expect from a yawning day?
  3. Burn This City Down, lagu dari Inspirational Joni, band (indie) lokal, mengaku “playin some kick ass guitars, killer bass, raw synth and organ and also heart pounder drums for you to dance with”, tapi yang jelas membuat saya mengulangi lagu ini 6 kali berurutan and jiggling my feet along with. :D Tertarik?
Pesan moralnya? Jangan mendengarkan Burn This City Down dengan earphone dan volume maksimal, terlebih lagi diwaktu jam kerja. It’s very addictive! Tapi konsekuensinya anda tidak bisa mendengar siapapun, termasuk atasan anda. Wekekeke….

Transport Tycoon Anyone?

Alkisah beberapa belas tahun yang lalu ketika Windows 95 begitu merajai dan game DOS-based masih berseliweran di gamesphere tersebutlah sebuah game legendaris from en.wikipedia.comyang menyita waktu istirahat malam saya selama berpuluh-puluh malam, adalah Transport Tycoon game dari duo legenda Chris Sawyer dan MicroProse, yang membuat saya (saat itu) terkagum-kagum dengan konsepnya. Ya, sebuah game simulasi yang memberikan skenario kepada kita untuk menjadi seorang tycoon perusahaan transportasi. Terdengar membosankan? Ho ho…tidak untuk saya, bayangkan saja disana anda mengontrol semua moda transportasi yang ada, mulai dari darat, laut, bahkan udara pun tercakup di dalamnya, ditambah dengan plethora of vehicles to choose, membuat game ini menantang. Masih belum terdengar menarik? Bayangkan saja SimCity (2000) namun titik beratnya ada di sektor transportasinya, disini anda adalah builder sekaligus manager, anda bisa membangun jalan yang menghubungkan kota-kota yang ada pada peta, membuat jalur kereta dari satu pabrik ke pabrik lainnya, membuat moda udara? Tentunya bisa saja.

Pada jamannya, animasi yang ditampilkan sangat mengesankan, simpel namun tepat sasaran, animasi bus yang mogok dan pesawat yang hendak take-off ditampilkan dalam game dengan halus dan menarik, pilihan kendaraan pun akan berkembang seiring dengan jaman (anda tidak akan menemukan Concorde ataupun kereta cepat ala Maglev saat timeline game menunjuk tahun 1940). Akan tetapi sayangnya, sound effect untuk setiap jenis kendaraan terdengar monoton (anda tidak akan bisa membedakan suara antara Boeing dan Airbus yang hendak take-off) tapi bagi saya itu bukan masalah besar, lebih ke arah icing-on-the-cake saja. Yang jelas bagi saya, game ini addictive!

Tertarik? Disini (versi TTD) atau Disana (versi OpenTTD). Jangan lupa untuk set compability-nya ke Windows 95 (yang versi TTD). Just play!

image taken from: wikipedia

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »


Diarsipkan

Admin